Harga emas antam

Harga emas antam

Selasa, 26 Februari 2013

Akhirnya, emas mulai unjuk taring


SINGAPURA. Harga kontrak emas kembali naik untuk hari ketiga pada Senin (25/2). Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, pada pukul 14.25 waktu Singapura, harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi US$ 1.585,46 per troy ounce. 

Sepanjang pekan lalu, harga emas mencatatkan penurunan sebesar 1,8% setelah the Federal Reserve mengadvokasi dilakukannya fleksibilitas dalam penerapan stimulus ekonomi. Sedangkan sepanjang bulan ini, harga emas sudah terpangkas 4,7%. 

Salah satu sentimen yang mengerek harga si kuning mentereng ini adalah langkah bank sentral dunia yang ramai-ramai meningkatkan cadangan emas mereka setelah harganya turun dalam. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, data yang dirilis Badan Moneter Internasional (IMF) menunjukkan, sejumlah negara seperti Rusia dan Kazakhtan meningkatkan cadangan emas mereka untuk bulan yang ke empat. Cadangan emas Rusia naik 12,2 metrik ton menjadi 970 ton pada Januari setelah sebelumnya naik 8,5% di sepanjang 2012.

Sedangkan cadangan emas Kazakhtan naik 1,5% menjadi 116,8 ton pada bulan lalu, melanjutkan kenaikan cadangan pada tahun lalu sebesar 41%.  

"Partisipasi pelaku pasar terkesan sangat hati-hati pasca aksi jual besar-besaran pada pekan lalu. Meski kami sudah menurunkan pandangan emas jangka pendek, namun, harga emas akan naik pada paruh kedua tahun ini seiring meningkatnya permintaan dari India dan China," jelas Nick Trevethan, senior commodities strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd.

Sumber :
www.kontan.co.id

Senin, 25 Februari 2013

Harga emas masih tertekan awal pekan


JAKARTA. Harga emas terus terpuruk hingga ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Harga emas untuk pengiriman April 2013 di Divisi Comex, New York Mercantile Exchange (NYMEX) turun 0,4% menjadi US$ 1.572,8 per ons troi, Jumat (22/2).
Harga logam mulia ini turun 2,3% sepekan. Setahun terakhir, harga emas turun 11%.
Adam Klopfenstein, ahli strategi pasar senior dari Archer Financial Services Inc di Chicago mengatakan, kondisi global membaik dan tampaknya emas tidak terlalu diperlukan untuk lindung nilai. "Fakta bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan penghentian program stimulus menunjukkan bahwa ekonomi membaik," kata Klopfenstein kepada Bloomberg.
Renji Betari, Analis iPasar Fisik Komoditas memperkirakan, terus turunnya harga emas kemungkinan besar hanya akan terjadi sampai akhir pekan lalu. Alasannya, penurunan yang terjadi kemarin sudah mencapai support US$ 1.570 per ons troi dalam perdagangan intraday.
Renji menambahkan, kemungkinan besar harga emas bisa rebound kecil di kisaran US$ 1.580 - US$ 1.585 per ons troi hari ini. "Setelah besok, mungkin ada tekanan sedikit ke US$ 1.570, tapi akan terjadi rebound sampai dengan menguat terus pekan depan," kata Renji. Renji mengatakan, harga emas perlu waktu dua sampai tiga pekan ke depan untuk bisa naik lagi.
Ibrahim, Analis Harves International Futures justru memprediksi, harga emas akan terus turun pekan-pekan mendatang. Ia meramal, harga emas bisa menyentuh US$ 1.500 per ons troi pekan ini.
Ibrahim mengatakan, penurunan harga emas merupakan antisipasi pasar terhadap rencana pengetatan anggaran Amerika Serikat yang sedianya akan diputuskan 1 Merat 2013. Bila rencana tersebut buntu, penurunan harga emas akan berlanjut.
Di dalam negeri, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk pun turun. Jumat lalu, harga emas batangan dijual Rp 562.200 per gram. Harga ini naik tipis dibanding hari Kamis Rp 561.200, terendah sejak September 2012.
Sumber :
www.kontan.co.id

Jumat, 22 Februari 2013

Emas masih dalam tren penurunan


EW YORK. Harga emas menuju penurunan bulanan terbesar sejak Mei 2012. Analis teknikal, Matt McKinney dari Zaner Group LLC bahkan memperkirakan, emas akan memperpanjang penurunan terbesar ke 13 secara hitungan bulanan.

"Sembilan hari terakhir, emas membentuk sudut tajam yang disebut tren penurunan," ulasnya. Sinyal bearish mengarah turun ke level US$ 1.526 per ounce pada akhir bulan. "Dan itu akan menjadi yang terendah sejak 29 Desember 2011," lanjutnya.

Emas berjangka untuk pengiriman April naik 0,1% menjadi US$ 1.580 pada pukul 10:14 di pasar Comex, New York. Logam mulia ini sudah turun 4,9% sejak awal Februari. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh $ 1,554.30, terendah sejak 29 Juni.

Rata-rata sembilan hari, emas bergerak mendekati US$ 1.624 dan ukuran pergerakan 20 hari mendekati US$ 1.649.

"Ada begitu banyak momentum di sisi bawah, yang berarti penurunan tidak akan berlanjut secara jangka panjang," kata McKinney.

Catatan, dalam analisis teknikal, investor dan analis menggunakan grafik pola perdagangan dan harga untuk memprediksi perubahan.

Sumber :
www.kontan.co.id

Emas terombang-ambing stimulus AS


JAKARTA. Harga emas terjerembab. Silang pendapat diantara pejabat The Federal Reserve (The Fed) soal kelanjutan stimulus menekan komoditas logam mulia ini.
Harga emas di Bursa Comex, untuk pengiriman April 2013, Kamis (21/2) pukul 19.11 WIB, melemah 0,30% menjadi US$ 1.573,20 per ons troi dibanding harga sehari sebelumnya. Dalam sebulan, harga emas telah terkoreksi sebesar 6,87%.
Dalam notulen rapat The Fed pada 29-30 Januari yang baru saja dirilis menyebut, sebagian pejabat The Fed memberi masukan agar pemberian stimulus berupa pembelian obligasi yang digadang oleh Gubernur The Fed, Ben Bernanke, dapat diakhiri sedini mungkin.
Analis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, berpendapat, notulen rapat The Fed itu menunjukkan para pejabat The Fed mulai ragu dengan keandalan quantitative easing tahap III (QE3) untuk memulihkan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Jadi, The Fed bisa saja menghentikan stimulus tanpa perlu menunggu ekonomi AS pulih. "Ini membuat investor melepas emas dan mengempit dollar AS," ujar dia.    
Kejatuhan emas di pasar spot itu lantas menyeret harga emas batangan Logam Mulia Aneka Tambang. Kemarin, harga emas lantakan 1 gram merosot 1,06% menjadi Rp 561.200 dibandingkan harga sehari sebelumnya. Ini merupakan level terendah sejak 4 September 2012. "Tidak ada faktor lain, selain karena mengikuti harga emas spot," ujar Tedy Badrujaman, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk.    
Lanjutkan pelemahan
Secara teknikal, Ariston bilang, harga emas akan melanjutkan pelemahan ke area US$ 1.554 per ons troi. Maka itu, Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe merekomendasikan investor untuk menahan pembelian pada saat ini.
Secara historis, emas Antam akan mencapai titik support bulan April hingga Mei. Bagi yang sudah menggenggam emas, jangan terburu-buru menjual. "Ada potensi setelah Mei harga emas Antam akan naik kembali," kata dia.  
Prediksi Kiswoyo, harga emas Antam di Rp. 555.000- Rp. 565.000 per gram dalam sepekan. Sedangkan, di pasar spot akan berkisar US$ 1.552 -US$ 1.580 per ons troi.
Sumber :
www.kontan.co.id

Kamis, 21 Februari 2013

Waspada, harga emas berpotensi turun


JAKARTA. Harga emas anjlok 2,5% pada penutupan Rabu (20/2) ke level terendah sejak Juli 2012 ke US$ 1.564. Logam mulia langsung bereaksi negatif setelah The Federal Reserve melakukan pertemuan dan mengumumkan akan menghentikan pembelian aset-aset di pasar sebagai stimulus sebelum data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) naik.
Harga emas futures untuk pengiriman April jatuh 1,6% ke US$ 1.578 per troy ounce di pasar Comex New York. Yang menyebabkan kejatuhan harga emas sebenarnya buka The Fed secara langsung, melainkan kabar bahwa para hedge fund besar telah melikuidiassi kepemilikannya.
"Saya melihat ada sebuah rotasi kepemilikan dari emas ke komoditas lainnya termasuk ekuitas," jelas Bill O'Neill dari Logic Advisors.
Sedangkan analis komoditas dari Valbury Asia Futures, Herien Douglas melihat hari ini emas masih akan tertekan. "Harga tertekan ke level yang cukup rendah, rangkaian pelemahan tersebut terjadi pada grafik harian," ujarnya.
Hari ini, Herien memprediksi emas akan bergerak antara level resistance1.609,21-1.635,71 dan titik support 1.547,24-1.558,24. Ia merekomendasikan agar investor melakukan stop loss jika menyentuh 1.582.
Sumber :
www.kontan.co.id

Rabu, 20 Februari 2013

Spekulasi stimulus bikin investor berburu emas!


SINGAPURA. Emas kembali menjadi incaran investor pada transaksi pagi (20/2). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada transaksi pagi tadi, harga emas di pasar spot naik sebesar 0,3% menjadi US$ 1.609,25 per troy ounce. Pada pukul 09.57 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di level US$ 1.608,20 per troy ounce. 

Kenaikan harga emas bukan tanpa alasan. Pelaku pasar berspekulasi, bank sentral AS akan terus melanjutkan program stimulus di tengah proses pemulihan ekonomi AS yang melambat dari prediksi. 

Hal itu dibuktikan dari sejumlah data ekonomi AS yang baru saja dirilis. Salah satunya, tingkat kepercayaan pengembang properti AS yang mencatatkan penurunan pada Februari serta penurunan pada tingkat produksi. Meski demikian, ada pula data positif lain seperti penurunan angka klaim  pengangguran AS pada bulan ini.

"Masalah yang dihadapi oleh perekonomian AS belum hilang dalam waktu dekat. Pelaku pasar tengah mencari tahu apakah perekonomian akan berdiri tegak dengan kedua belah kaki atau tidak. Mereka juga penasaran dengan langkah yang akan diambil the Fed," jelas Gavin Wendt, director Mine Life Pty di Sydney. 

Catatan saja, the Federal Open Market Committee akan merilis hasil pertemuan mereka yang berlangsung pada 29-30 Januari lalu. Laporan tersebut diduga akan merilis secara detil pandangan setiap anggota the Fed mengenai waktu pelaksanaan penghentian program pembelian surat utang, yang lebih dikenal dengan istilah quantitative easing

Sumber :
www.kontan.co.id

Harga si kuning terjun dalam di New York semalam


NEW YORK. Harga kontrak emas dunia jatuh untuk empat sesi berturut-turut tadi malam (19/2) di New York. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 10.30 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran April terpapas 0,4% menjadi US$ 1.603,70 per troy ounce di Comex, New York. Ini merupakan level terendah sejak 15 Agustus lalu. 

Penurunan harga emas terjadi setelah investor memilih menunggu hasil kebijakan the Federal Reserve pada pertemuan 29-30 januari lalu, yang akan dirilis esok. Pada pertemuan tersebut, the Fed sempat membicarakan mengenai rencananya untuk mengakhiri kebijakan stimulus berupa quantitative easing. 

"Perekonomian AS sudah sangat jelan menunjukkan adanya pertumbuhan dan pelaku pasar saat ini menjadi cemas bahwa pemerintah akan segera mengumumkan berakhirnya kebijakan pelonggaran kebijakan," jelas Frank McGhee, head of dealer Integrated Brokerage Services LLC di Chicago. 

Sementara itu, harga kontrak perak juga semakin murah. Malam tadi, harga kontrak perak anjlok 1,3% menjadi US$ 29,46 di New York. Pada transaksi sebelumnya, harga perak sempat menyentuh posisi US$ 29,36 per barel. Ini merupakan level terendah sejak 4 Januari lalu.

Sumber :
www.kontan.co.id