Harga emas antam

Harga emas antam

Kamis, 05 Desember 2013

Antara hutang Amerika Serikat dan Harga Emas

Akhir – akhir ini banyak dari calon pelanggan dan pelanggan saya menanyakan pertanyaan yang sudah sering saya dengar dan sudah sering pula saya jawab yaitu mengenai “Apakah saat ini harga emas sudah termasuk murah dan tepat untuk membeli ? “ , jawaban dari saya pun nyaris tidak akan berubah dari dulu sampai dengan saat ini “Jika tujuan anda untuk perencanaan keuangan jangka panjang ( di atas 3 Tahun) maka saat yang paling tepat untuk beli emas adalah saat anda memiliki dana/uang”. Ya tujuan investasi dan ketersediaan dana adalah faktor yang sangat penting dalam memulai berinvestasi.  Namun dengan jawaban tersebut masih ada beberapa pelanggan yang kurang puas karena menurut mereka selain tujuan investasi dan ketersediaan dana, harga saat membeli termasuk murah atau tidak itu juga sangat penting supaya investasi mereka bisa maksimal.

Untuk menjelaskan bahwa apakah harga emas sudah termasuk murah atau belum saya akan coba uraikan dengan menggunakan grafik historis 100 Tahun korelasi antara hutang Amerika Serikat (AS) dengan harga emas dunia. Saya lebih suka menggunakan analisa berbau fundamental yang mendasarkan pada data-data historis jangka panjang karena data-data seperti ini lebih bisa dipergunakan cukup akurat untuk memprediksi harga emas dalam jangka panjang.

Dari data yang dikeluarkan oleh World Gold Council (WGC) ada korelasi linear antara hutang AS dengan harga emas dunia, hal ini bisa dibuktikan dari grafik dibawah ini



Dalam kurun waktu 100 tahun (lama sekali ya…) dimulai dari tahun 1910 – 2010 harga emas cenderung mengikuti pergerakan naiknya hutang AS, walaupun tidak persis sejajar. Bagaimana dengan kondisi saat ini ? coba kita simak grafik komparasi hutang AS dengan harga emas dalam jangka waktu yang lebih pendek yaitu periode tahun 1997-2013 dibawah ini



Dengan harga emas saat ini berkisar di antara US $ 1223/Toz maka bisa dilihat harga tersebut “kurang” selaras dengan tingkat hutang AS yang mencapai US $ 16,699 Triliun. Lalu berapa harga yang “pantas” untuk saat ini ? jika kita tarik garis sejajar tingkat hutang AS dengan harga emas maka akan terlihat bahwa harga wajar Emas adalah sekitar US $ 1700-1800/Toz atau dengan kurs tukar rupiah terhadap US Dollar saat ini Rp 11.800 adalah sekitar Rp 645.000-682.000/gram.

Tentunya anda bisa mengambil kesimpulan sendiri dari 2 grafik yang saya uraikan di atas dan kenyataan saat tulisan ini ditulis harga emas adalah sekitar Rp 470.000/gram. Terlepas dari penjelasan di atas masih banyak masyarakat Indonesia berinvestasi emas hanya mengejar untung dalam bentuk nominal padahal emas tidak mendatangkan keuntungan melainkan lebih banyak manfaatnya dalam menjaga daya beli kita dari tahun ke tahun. Kita sebagai investor emas fisik juga harus lebih bijak dalam menyikapi penurunan harga emas saat ini, seperti yang di utarakan Pak Muhaimin Iqbal dalam tulisannya “Pohon Bengkok Harga Emas”. Hendaknya penurunan harga emas saat ini lebih bisa dilihat sebagai peluang untuk menabung lebih lagi dalam emas sebelum harga emas sudah terlalu mahal. Salah satu kutipan favorit saya yaitu dari Warren Buffet “Jadilah Takut Saat Orang Lain Serakah dan Serakah Saat Orang Lain Takut” , Ambil lah peluang untuk membeli emas saat ini ketika orang banyak khawatir bahwa harganya akan turun terus dan bersiap mengikuti gerbong kenaikan harganya dalam waktu jangka panjang.

Selamat berinvestasi

Ditulis Oleh :
Putut Christyanto

Rabu, 04 Desember 2013

Pohon Bengkok Harga Emas…

Seorang kakek sedang mengajari cucuya untuk membuat kapal, pertama yang dia lakukan adalah mengajak cucu tersebut pergi ke hutan untuk mencari pohon-pohon kayu yang paling baik. Dia mengajari cucu tersebut untuk melihat detil setiap pohon kayu yang akan cocok untuk setiap bagian kapal. Untuk dak kapal dibutuhkan kayu yang lurus, untuk lambung kapal dibutuhkan kayu dengan lengkungan yang sesuai dan untuk tiang layar dibutuhkan kayu-kayu yang tinggi.

Sementara melangkah dan belum menemukan kayu-kayu yang sesuai tersebut, sang cucu mendapati pohon tua yang bengkok. Mengamati dengan seksama kemudian dia bertanya kepada kakeknya. “Pohon ini bengkok, tidak cocok untuk dak kapal, tidak pas untuk lambung kapal dan tidak cukup tinggi untuk tiang kapal. Bolehkah pohon bengkok  ini kita tebang kek ?, setidaknya bisa untuk kayu bakar ?”.

Dengan bijaknya sang kakek menjawab : “Tidak semua pohon kayu cocok untuk kapal nak ! Tetapi tidak juga harus dijadikan kayu bakar. Bahwa pohon ini berada disini sampai tua, tidak ditebang oleh para pencari kayu sebelumnya – pasti ada alasannya. Nanti kita cari tahu alasannya, sekarang kita cari dahulu yang kita perlukan”.

Setelah kakek dan cucu ini ngubek-ngubek hutan, merekapun lengkap menemukan kayu-kayu yang dibutuhkan untuk membuat kapalnya.  Untuk langsung pulang mereka terlalu capai, maka mereka memutuskan istirahat dahulu. Setelah muter-muter mencari tempat istirahat yang paling pas di hutan, mereka tidak menemukan tempat lain kecuali di bawah pohon bengkok yang mereka temukan pertama kali tadi.
Sambil leyeh-leyeh dibawah pohon bengkok tersebut, sang kakek teringat bahwa dia harus menjelaskan ke cucu-nya yang sempat mau memotong pohon bengkok yang menjadi tempat berteduh mereka ini “ Cucuku, rupanya inilah manfaat pohon bengkok ini, dan barangkali inipula alasannya mengapa seluruh pencari kayu sebelumnya tidak pernah memotong pohon ini – yaitu menjadi tempat istirahat yang paling nikmat sebelum kita melanjutkan perjalanan berikutnya”.

‘Pohon bengkok’ inilah yang seringkali muncul dalam perjalanan hidup kita. Kita mencari atau mengejar sesuatu tetapi yang kita temukan yang lain. Kita buang yang lain tersebut karena kita tidak memahami manfaatnya, padahal bisa jadi justru yang kita pandang tidak bermanfaat tersebut – justru yang paling banyak manfaatnya.

… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS 2 : 216)

Bahkan Allah juga menjelaskan tanda-tanda orang berakal adalah memahami bahwa tidak ada yang sia-sia dalam setiap ciptaan Allah : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”” (QS 3 : 190-191)



Dalam skala mikro, ‘pohon bengkok’ tersebut juga muncul dalam perjalanan kami memperkenalkan emas atau Dinar di komunitas pengunjung situs ini. Enam tahun memperkenalkan Dinar sejak 2007, benar saja trend harga Dinar mengikuti prediksi dan teori yang kami pahami. Naik terus selama empat tahun sejak 2007-2011, tetapi kemudian ‘pohon bengkok’ berupa kejatuhan harga emas kita temukan di tahun 2012 dan khususnya lagi  2013 ini.
Maka dalam menyikapi kejatuhan ini masyarakat pada umumnya terbagi menjadi dua kelompok yaitu seperti sang cucu di cerita tersebut di atas, atau yang bertindak bijak seperti sang kakek – mencari makna dibalik keberadaan ‘pohon bengkok’ ini.
Kami dapati mayoritas komunitas situs ini bertindak bijak seperti sang kakek, tidak ‘membakar’ – menjual - justru pada saat harga yang rendah. Sebaliknya menjadi kesempatan untuk mengejar ketinggalan bagi yang belum mengenal Dinar sebelumnya. Bayangkan kalau Dinar naik terus, pengenalannya belum sempat luas sudah menjadi terlalu mahal – karena tidak akan terkejar oleh rata-rata kenaikan penghasilan kita.
Kami juga mendapati hikmah lain bagi seluruh penggerak emas dan Dinar baik individu, maupun institusi seperti perbankan dlsb. Bila emas naik terus seperti yang terjadi antara 2007-2011, kemungkinan besar spekulasi akan meningkat dan bisa menganggu perputaran ekonomi di sektor riil. Lihat produk-produk berbasis emas dunia perbankan syariah yang sempat menjadi primadona produk mereka di tahun 2011.
Dengan adanya ‘pohon bengkok’ turunnya harga emas dua tahun terakhir insyaAllah membuat masyarakat lebih bijak. Bahwa emas atau Dinar hanyalah salah satu alat untuk mempertahankan nilai dan melindungi jerih payah kita dari gerusan inflasi – selagi kita belum bisa memutarnya sendiri. Bagi yang sudah mampu mengelolanya untuk memutar sektor riil sendiri, insyaAllah ini akan lebih baik.
Maka ‘pohon bengkok’ – pun kita butuhkan keberadaannya, agar kita bisa lebih bijak, agar kita bisa beristirahat sejenak untuk siap-siap melaksanakan perjalanan berikutnya. InsyaAllah.
Ditulis oleh Muhaimin Iqbal

Kamis, 21 November 2013

Di pasar Asia, kilau emas masih memudar


SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia diperdagangkan mendekati level terendah dalam empat bulan terakhir pagi ini (21/11). Mengutip data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat turun 0,2% dan naik 0,4% sebelum akhirnya parkir di posisi US$ 1.248,89 per troy ounce pada pukul 09.03 waktu Singapura. 

Kemarin, harga emas sempat anjlok 2,7% menjadi US$ 1.241,13 per troy ounce yang merupakan level terendah sejak 9 Juli lalu. Sementara, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember turun 0,9% menjadi US$ 1.246,80 per troy ounce di Comex. 

Salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas adalah dirilisnya rekaman hasil pertemuan the Federal Reserve yang menunjukkan bahwa bank sentral AS tersebut akan menurunkan nilai stimulus mereka dalam beberapa bulan ke depan. Jika hal itu terjadi, tentunya permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi akan ikut menurun.

"Pembicaraan mengenai tapering memberatkan pergerakan harga emas dan mengerek pamor dollar AS. Emas menjadi sangat tidak populer jika tingkat inflasi terjaga," jelas Scott Gardner, analis Verdmont Capital SA di Panama City.

Sekadar informasi, pada rekapan hasil pertemuan the Fedeal Reserve pada pertemuan yang berlangsung 29-30 Oktober 2013 lalu, diketahui  the Fed memberikan sinyal bahwa bank sentral akan mulai memangkas nilai pembelian obligasi dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber :
www.kontan.co.id

Jumat, 25 Oktober 2013

Akan Kemana Harga Emas Sekarang …?

Ini pertanyaan yang sering sekali sampai ke saya, dan terus terang jawabannya saya sendiri tidak tahu. Bukan hanya saya, bahkan para ahli di raksasa investasi dunia seperti Goldman Sachs – pekan lalu membuat prediksi yang sangat keliru tentang harga emas. Mereka membuat prediksi bahwa bila terjadi kesepakatan antara Presiden Amerika dengan Congress untuk menghindari default – harga emas akan jatuh, tetapi ternyata yang terjadi malah sebaliknya.

Di hari terakhir puncak kekawatiran akan default-nya Amerika – tanggal 16/10/2013, harga emas berada pada US$ 1,273/ozt. Ketika Obama dan congress-nya berhasil sepakat menghindari default, tanggal 17/10/2013 harga emas malah melonjak menjadi US$ 1,319/ozt  atau mengalami kenaikan US$ 46/ozt – pada hari yang diprediksi oleh raksasa Goldman harusnya emas jatuh.

Bisa Anda bayangkan bila orang sekelas head of commodities research-nya Goldman Sachs – orang yang dianggap paling tahu tentang arah pergerakan emas, perak dan sejenisnya di pasar – ternyata tidak lebih dari orang kebanyakan seperti kita-kita dalam membuat prediksi harga emas ke depan. Maka dalam dunia prakiraan ini memang tidak ada yang bisa dianggap pasti benarnya ataupun pasti salahnya.

Lantas ditengah harga emas yang nampaknya bergerak random tidak beraturan ini, bagaimana kita menyikapinya ?

Pertama yang sering saya ungkapkan di web ini, jangan berspekulasi dengan harga emas dalam jangka pendek.  Membelilah pada saat Anda memang mau beli karena ada kelebihan uang kertas yang tidak segera digunakan, dan menjuallah pada saat memang Anda membutuhkan cadangan emas/Dinar Anda untuk keperluan yang riil.

Kedua adalah tentu juga bijaksana untuk mengetahui trend pasar secara objektif, bukan bermaksud berspekulasi tetapi optimalisasi hasil. Lantas dimana bedanya dengan spekulasi ?

Spekulasi adalah bila kita membeli emas atau Dinar tanpa didasari oleh suatu kebutuhan, semata untuk segera memperoleh keuntungannya bila harganya naik. Sedangkan optimalisasi hasil adalah hal yang wajar yang biasa kita lakukan sehari-hari dalam jual beli.

Misalnya kita membeli kambing untuk qurban, tujuannya jelas yaitu untuk qurban. Tetapi kita mencari waktu yang baik untuk membelinya yaitu jauh hari sebelum musim qurban tiba. Dengan uang yang sama kita bisa memperoleh kambing yang jauh lebih besar.

Demikian pula membeli emas, Anda merencanakan pergi haji, sekolah anak, biaya kesehatan hari tua dlsb dengan emas – agar hasil jerih payah Anda tidak tergerus oleh inflasi. Kapan membelinya ?, pada saat harga yang Anda rasakan comfortable untuk Anda – maka yang inipun insyaallah tidak termasuk berspekulasi. Karena sebagai pembeli tentu wajar kita ingin harga terbaik.

Pertanyaannya adalah kapan harga terbaik itu tiba ?, disinilah orang kebanyakan seperti kita-kita dan bahkan juga orang sekaliber kepala peneliti di lembaga investasi terbesar dunia-pun tidak bisa tahu persisnya kapan. Lagi-lagi yang bisa kita lakukan sekedar menduga berdasarkan trend perkembangan pasar yang ada, kemudian pada titik mana kita merasa comfortable.

Untuk saat ini misalnya, para pihak yang beranggapan harga emas masih akan turun terus mereka punya alasan : 1) The Fed cepat atau lambat akan menghentikan program Quantitative Easing – mereka akan menghentikan mencetak uang dari ‘awang-awang’ karena yang dicetaknya sudah dianggap cukup; 2) Ekonomi AS yang membaik akan mendorong orang untuk menginvestasikan dananya di sektor riil secara langsung atau melalui saham-saham public dan tidak lagi ke emas; dan 3) Kepercayaan terhadap ekonomi Amerika akan terus membaik yang berarti kepercayaan dengan kekuatan Dollar akan terus meningkat. Tiga hal inilah yang membuat para gold bearish yakin bahwa harga emas akan terus turun.

Namun sebaliknya juga demikian, para gold bullish tentu juga memiliki alasan yang tidak kalah kuatnya, bahwa : 1) Dalam sejarah bank central , sejak mereka meninggalkan emas mereka tidak pernah bisa berhenti mencetak uang dari ‘awang-awang’ , one way or another mereka akan terus mencetak uang dari ‘awang-awang’ nya sehingga nilai mata uang kertas pasti turun terus dari waktu ke waktu; 2) Untuk Dollar yang merupakan cerminan ekonomi Amerika, kenyataannya pertumbuhan ekonomi Amerika juga tidak bagus-bagus amat – dan bahkan sebagian ekonom sudah mulai memprediksi resesi berikutnya akan segera tiba; dan 3) Amerika tidak berhasil membangun kepercayaan dunia tetapi malah merusaknya. Krisis debt-ceiling pekan lalu telah membuat mitra dagang dan pemberi pinjaman terbesarnya was-was dan ancang-ancang untuk meninggalkan Dollar. Bahkan sekutu-sekutu Amerika sendiri di Eropa mulai mencurigai Amerika dengan terbongkarnya berbagai aktifitas spionase-nya di Eropa. Ini mirip akhir tahun 1960-an ketika Perancis mulai meneriakkan bahwa Amerika telah mengambil keuntungan berlebihan – Exorbitant  Privilege – dari kesepakatan Bretton Woods, yang kemudian berujung pada diakhirinya Bretton Woods Agreement  pada bulan Agustus 1971.

Dalam kaitan dengan emas ini, apakah Anda cenderung ke  bearish atau bullish tergantung dari mana di antara alasan-alasan tersebut di atas yang lebih Anda yakini.

Satu hal yang pasti adalah bahwa meskipun harga emas kedepan tidak ada yang tahu pasti, sejarah panjang kehidupan manusia telah membuktikannya bahwa tidak pernah terjadi dalam peradaban manusia emas menjadi barang yang tidak berharga.

Harga emas  dalam mata uang kertas bisa saja turun, tetapi dia akan selalu mampu mempertahankan nilainya yang sesungguhnya yaitu nilai yang tercermin dalam daya belinya. Di jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam satu ekor kambing bisa dibeli dengan sekeping uang Dinar. Pada musim Iedul Adha kemarin sekali lagi terbukti bahwa 1 Dinar Anda tetap cukup untuk membeli seekor kambing yang layak untuk qurban.

Bila prediksi kedepan tidak ada yang tahu, setidaknya kita bisa selalu belajar dari sejarah yang kita semua tahu. InsyaAllah.

Sumber tulisan :
Muhaimin Iqbal
www.geraidinar.com

Kamis, 19 September 2013

The Fed Pertahankan stimulus, Harga Emas Melonjak

Yogyakarta - Setelah satu hari sebelumnya santer diberitakan bahwa The Fed akan melakukan pengurangan stimulus berupa pembelian obligasi sebesar $10-20 Miliar/bulan, akhirnya pada hari Rabu siang waktu setempat The Fed mengumumkan tidak akan melakukan pengurangan atau peruncingan stimulus yang dikenal dengan QE Taper

Dalam konferensi persnya Gubernur The Fed Ben Bernanke mengatakan akan tetap melakukan pembelian obligasi dengan besaran tetap yaitu $ 85 Miliar/ bulan dengan alasan karena angka pengangguran yang masih tinggi yaitu sekitar 7,3%, sontak keputusan tersebut seperti membawa angin segar bagi bursa saham dan komoditas, Dow Jones, Indeks S&P 500 dan NASDAQ tembus ke rekor tertingginya, tak ketinggalan emas juga mengalami kenaikan cukup besar yaitu 4% dari posisi hari sebelumnya. Sempat menyentuh level terendah di angka $1291/Toz emas melakukan rebound dan mencapai level tertingginya dalam minggu ini yaitu $1367/Toz.

Seperti yang diuraikan dalam konferensi persnya, Gubernur The Fed, Ben Bernanke, tingkat pengangguran yang terlalu tinggi sehingga rentan menggoyang pemulihan ekonomi Negeri paman sam tersebut. Tambahnya "Tak ada jadwal pasti kapan pengurangan stimulus tersebut akan dilakukan. Saya harus benar-benar menekankan hal itu," ujar Bernanke, saat konferensi pers setelah rapat dua hari Federal Open Market Committee berakhir, Rabu (18/9) waktu setempat.

Tulisan Oleh : Putut Christyanto

Pembatasan stimulus ditunda, harga emas melonjak

NEW YORK. Harga emas melonjak ke posisi tertinggi dalam 15 bulan, setelah Federal Reserve menahan diri untuk mengurangi pembelian obligasi bulanan di Amerika Serikat (AS). Sikap tersebut disusul dengan naiknya harga emas sebagai lindung nilai.

The Federal Open Market Committee menyatakan, pihaknya membutuhkan lebih banyak bukti pertumbuhan ekonomi di AS agar pembelian stimulus bisa dikurangi. Sebelumnya, emas spot menyentuh posisi terendah dalam sepekan dan turun ke bawah harga US$ 1.300 per ounce.

"Kami melihat sentimen emas bullish kembali," kata Michael Gayed, kepala strategi investasi Pension Partners LLC  di New York. Harga emas berjangka naik 4,1% dan menetap di harga US$ 1.364,02 pada waktu 16:59 waktu New York. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak 1 Juni 2012.

Sebelumnya, harga turun 1,4% menjadi US$ 1.292,02, harga terendah sejak Agustus 8. Di Comex New York,  harga emas pengiriman Desember naik 4,5% menjadi US$ 1.367,80. Sebelum pengumuman Fed, harga emas ditutup 0,1 % lebih rendah di posisi US$ 1.307,60 .

Tahun ini, harga spot emas turun 19% karena beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap logam. 

Sumber : www.kontan.co.id

Kamis, 29 Agustus 2013

Desain Kemasan Baru Emas Batangan Logam Mulia Antam

Setelah dilakukan peluncuran pada awal Juli 2013 bersamaan dengan ulang tahun ke-45 PT. Antam, Emas Logam Mulia Antam dengan kemasan baru sudah siap untuk di jual kepada konsumen. Sampai tulisan ini diterbitkan Nusantara Dinar belum mendapat Emas Antam kemasan baru tersebut. Namun tidak ada salahnya kita mengintip dulu ciri-ciri desain kemasan baru Emas Logam Mulia (LM) Antam agar mulai terbiasa dengan desain baru ini.  Mari kita simak yuk !



Sumber :
www.support.antamgold.com